Founder Liverpool FC



John Houlding adalah seorang pemilik brewery, tempat pembuatan bir. Pada akhir abad ke-19, Houlding dikenal sebagai pebisnis sukses di Liverpool. Kesuksesan itu pula yang membawanya menjadi Walikota Liverpool pada 1897.

Bisnis Houlding merambah ke mana-mana, termasuk di sepakbola. Ia adalah pemilik Stadion Anfield dan terlibat bersama Everton, yang kala itu turut membentuk Football League pada 1888.


Menetap di Anfield


Houlding bisa dibilang berjasa buat Everton. Kala itu, Everton bermarkas di Stanley Park, sebuah taman publik. Namun, karena semakin banyaknya penonton, Everton pun memutuskan pindah ke tempat yang lebih tertutup. Dipilihlah Priory Road sebagai kandang Everton selanjutnya.

Everton telah membangun tribun kecil serta ruang ganti pemain di Priory Road. Di sana pula mereka menjuarai Liverpool Cup kala mengalahkan Earlestown pada 1884. Sayangnya, pemilik Priory Road, J. Cruitt, tak senang karena suporter yang berisik dan tak mau diatur. Ia pun memaksa Everton untuk mencari kandang baru.

Di tengah kebingungan itu, Houlding segera mengontak rekannya sesama brewer, John Orrell. Karena hubungan dekat di antara keduanya, Everton hanya membayar sedikit uang sewa kepada Orrell untuk bermain di Anfield Road, kandang baru mereka.

Kepopuleran Everton di Kota Liverpool kian meningkat. Jumlah penonton yang hadir dalam setiap pertandingan mencapai delapan ribu orang. Sementara itu, Everton punya masalah baru. Lahan di Anfield Road masih jauh dari sempurna untuk sebuah lapangan sepakbola.

Everton pun meminta bantuan para penggemar untuk membangun lapangan yang layak. Berduyun-duyun para penggemar menuju Anfield dengan membawa sekop, palu, sampai gerobak untuk membangun Anfield.

Di Anfield, kenangan indah bermunculan, termasuk saat mengubah klub menjadi kesebelasan profesional. Pada musim 1890/1891, Everton memenangi gelar liga dan bermain di hadapan 20 ribu penonton!


Houlding yang Rakus


Houlding memang terlibat di Everton, bahkan sempat menjabat sebagai chairman. Namun, dia tidak sendirian karena ada 279 anggota dewan klub yang juga punya suara dan hak berkuasa.

Pada 1885, Houlding membeli Anfield dari Orrell. Anehnya, Houlding justru membebankan biaya sewa untuk Everton. Selain itu, Houlding pun meningkatkan bunga dari utang Everton kepadanya. Belum lagi Houlding memaksa untuk hanya menjual bir produksinya di Anfield.

Ia pun memaksa Everton untuk menggunakan Sandon Hotel (hotel miliknya), sebagai tempat berganti kostum, setelah dan sebelum pertandingan. Hal ini dikritisi penulis dari Liverpool Echo, “Sungguh sebuah aib melihat kesebelasan sebesar Everton, para pemainnya mesti berjalan melewati segerombolan manusia (dari ruang ganti ke stadion).”

Pada 1891, Houlding memaksa Everton untuk membeli Anfield dan lahan di sekitarnya —yang dimiliki oleh Orrell. Namun, karena harga yang teramat mahal, dewan klub pun menolaknya.

Pada akhirnya, salah seorang dewan klub, George Mahon, buka suara karena muak atas permintaan Houlding tersebut. Mahon, yang juga pendiri Everton, menginginkan mereka membeli lahan di Mere Green daripada terus menerus membayar sewa yang mahal. Sebagai perbandingan, pada 1884, Everton membayar sewa sebesar 100 pounds, sementara pada 1890 mereka membayar 250 pounds.

Hal ini disetujui dan pada 1892, Everton resmi pindah ke Mere Green atau yang selanjutnya dikenal dengan Goodison Park.


Membentuk Everton Athletic


Kepindahan Everton ke Mere Green jelas membuat Houlding terkejut. “Investasi”-nya di Anfield akan sia-sia karena tidak akan ada lagi pemasukan. Belum lagi pihak dewan klub yang seolah-olah menyingkirkannya dengan cara pindah dari Anfield.

Houlding tak habis akal. Pada awal 1892, Houlding berusaha untuk mengambil alih Everton, termasuk nama, warna kostum, dan lisensi Everton itu sendiri. Ia pun mendaftarkannya dengan nama “Everton F.C. and Athletic Ground Ltd”. Ia beralasan, tim Everton yang lama belum berstatus perseroan terbatas.

Sial buat Houlding karena Football Council menolak ajuan tersebut. Berdasarkan rapat pada Februari 1892, Football Council beralasan tidak boleh ada kesebelasan baru dengan nama yang sama dengan anggota yang telah ada.

Pada 15 Maret 1892, Houlding bersama rekannya yang keluar dari Everton, William E. Barclay, mendirikan “Everton yang baru”, tentu dengan nama yang baru pula. Barclay, yang menjadi sekretaris di Everton, mengusulkan nama yang lebih kuat: Liverpool!


Sempat Putus Asa


Kegagalan Houlding mengambil alih Everton dengan cara yang “legal” sempat menghadirkan rasa frustrasi. Namun, pemilihan nama “Liverpool” pun terbilang berani. Pasalnya, ia menggunakan nama kota secara keseluruhan ketimbang sebuah nama sub-urban di tepian Merseyside. Houlding pun mengadopsi lambang dan warna kota.

Houlding masih terbilang beruntung karena ia dibantu John McKenna yang berupaya membuat kembali sebuah kesebelasan dari nol. “Houlding adalah founder kesebelasan, tapi McKenna adalah otak di belakangnya,” tulis situs Liverpool.

Membentuk kesebelasan baru tentu bukan hal yang mudah. McKenna pun meminjam 500 pounds dari Houlding untuk mendatangkan pemain yang kesemuanya berasal dari Skotlandia. Liverpool pun dikenal sebagai kesebelasan “Team of all the Macs” karena hampir semua pemainnya memiliki nama “Mc”.

Karena gagal bergabung di Football League, Liverpool memulai perjalanannya dari Lancashire League. Kepopuleran Everton rupanya membuat penotnon yang hadir di Anfield cuma ratusan, sementara di Goodison Park mencapai 10 ribu. Padahal, Liverpool selalu menang besar.

Hanya perlu semusim buat Liverpool untuk meraih peringkat pertama di Lancashire League. Mereka pun meraih Liverpool Distric Cup, serta Reserve Cup pada tahun yang sama. Ini merupakan gelar treble terhebat untuk sebuah kesebelasan yang baru terbentuk 12 bulan. Pada saat itu pula,


Liverpool diterima untuk bergabung bersama Football League pada saat itu


Maret atau Juni? Secara legal, Liverpool dibentuk pada 3 Juni 1892. Pada tanggal tersebut, nama “Liverpool Football Club and Athletic Grounds Ltd” secara formal diakui oleh dewan perdagangan Inggris.

Berdasarkan situs resmi Liverpool, Houlding dan kedua rekannya justru membentuk Liverpool pada 15 Maret 1892. Namun, masih dari sumber yang sama, kurator museum Liverpool, Stephen Done, menegaskan kalau Liverpool baru lahir pada 30 Maret dan diakui pada 3 Juni.

“Orang-orang berpikir kesebelasan ini terbentuk pada 15 Maret, tapi bukan. Tanggal 15 Maret amatlah penting tapi itu bukan saat klub ini dibentuk,” kata Done.

“Pada tanggal tersebut amat penting karena itu adalah hari di mana Everton Football Club, seperti yang kita tahu, menendang keluar orang-orang yang sekarang menjadi Liverpool Football Club. Itu adalah momen yang kritis saat Everton terpecah.”

Menurut Done, salah satu tanggal penting bagi penggemar Liverpool adalah 30 Maret 1892. Di Neptune Hotel, Berry, Barclay, McKenna, dan Houlding, membuat aturan baru untuk Liverpool.

“Jadi, Anda bisa bilang kalau 30 Maret adalah hari yang penting. Bagaimanapun, kesebelasan didaftarkan pada 3 Juni 1892, saat dewan perdagangan mengirimkan sertifikat yang menyatakan bahwa klub secara formal diangkat sebagai perusahaan,” kata Done.

Karena sertifikat tersebutlah, Liverpool secara legal terbentuk pada 3 Juni. Namun, tidak ada salahnya untuk merayakan ulang tahun Liverpool pada hari ini, karena di hari inilah McKenna dan Houlding berembuk dan membuat kesebelasan baru.